Monday, June 10, 2013

PEREKONOMIAN INDONESIA


MAKALAH
KEBIJAKAN MONETER




 


                              








CHAIRUNNISA NURSANI
21212575
1EB03

UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK






BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia memiliki sistem perekonomian yang berbasis pasar, dimana pemerintah memainkan peranan penting. Selain itu, terdapat pula pihak penunjang dalam perekonomian Indonesia yaitu masyarakat. Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang terus – enerus bertumbuh, tanpa satu tahun atau bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Pertumbuhan tersebut disertai stabilitas harga dan kesempatan kerja yang tebuka luas. Neraca perdagangan dan neraca pembayaran mengalami surplus yang baik. Perekonomian yang seperti ini akan mampu memberikan kemakmuran dan keadilan bagi rakyat dari generasi ke generasi.
Pada kenyataannya perekonomian mengalami gelombang pasang surut. Dalam hal ini sangat diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan siklus perekonomian.  Adanya kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, maka pengendalian arus perekonomian negara bisa dikendalikan dengan kebijakan – kebijakan yang telah ditentukan.
Fungsi kebijakan ini adalah untuk merespon laju perekonomian seiring dengan perkembangan dan bertambahnya penduduk. Salah satu kebijakan pemerintah adalah kebijakan moneter. Kebijakan ini mengatur tentang pengaturan jumlah uang beredar.
I.2  Rumusan Masalah
a)    Apa pengertian dari kebijakan moneter ?
b)   Apa instrumen kebijakanmoneter ?
c)    Apa hubungan kebijakan moneter dengan keseimbangan ekonomi ?
d)   Bagaimana efektivtas kebijakan moneter ?
I.3  Tujuan Pembahasan
           a)    Mengetahui arti kebijakan moneter
           b)    Mengetahui instrumen kebijakan moneter
           c)    Mengetahui hubungan antara kebijakan moneter dengan keseimbangan ekonomi
           d)   Mengetahui efektivitas kebijakan moneter



BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan, mengatur perekonomian makro kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh sekligus mengendalikan inflasi.
Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, margin requirement,kapitalisasi untuk bank atau bertindak sebagai peminjam usaha terakhir. Kebijakan moneter betujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan), keseimbangan eksternal serta tercapainya tujuan ekonomi makro yaitu menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan. Kebijakan moneter dilakukan tanpa batas pada instrumen, yaitu suku bunga, giro wajib minium, intervensi dipasar valuta asing.
Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Bank sentral berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam distribusi barang.
Pengaturan jumlah uang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang beredar. Ada 2 golongan kebijakan moneter, yaitu :
·         Kebijakan Moneter Ekspansif ( Monetary Expansive Policy )
Suatu kebijakan dalam rangka menambhah jumlah uang beredar. Hal ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat pada saat pereknomian mengalami resesi atau depresi.

·         Kebijakan Moneter Kontraktif ( Monetary Contractive Policy)
Suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang beeredar. Hal ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi.

Instrumen Kebijakan Moneter
Ada 3 instrumen utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar, yaitu :
1)        Operasi Pasar Terbuka  ( Open Market Operation )
Pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat – surat berhargamilik pemerintah ( government securities ). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka pemerintah menjual surat - surat berharga, maka uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas modern sehingga jumlah uang beredar berkurang. Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga tersebut ( open market buying ). Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini, Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen, sehingga saat ini dikenal SBI repo dan SBPU repo.

2)    Fasilitas Diskonto  (Discount Rate)
            Tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank – bank umum yang meminjam ke bank sentral.  Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman. Dengan tingkat bunga pinjaman rendah , maka keinginan bank – bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi tinggi sehingga jumlah uang yang beredar bertambah. Jika ingin menahan laju pertambahan jumlah uang beredar pemerintah menaikkan bunga pinjaman. Dengan tingkat bunga yang tinggi, maka keinginan bank – bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi tinggi sehingga jumlah uang yang beredar rendah.

3)    Rasio Cadangan Wajib  ( Reserve Requirement Ratio )
            Jika cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.  Jika rasio cadangan wajib diperkecil, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih besar dibanding sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan pembesaran angka multiplikasi uang, yang berarti akan meningkatkan jumlah uang beredar.
4)    Imbauan Moral  ( Moral Persuasion )
            Kebijakan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.
Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi
Kebijakan moneter dikatakan efektif jika mampu mengendalikan tingkat output dan atau harga.
o   Pengaruh kebijakan moneter terhadap keseimbangan pasar uang – modal
o   Pengaruh kebijakan moneter terhadap keseimbangan ekonomi
Efektivitas Kebijakan Moneter
Terhadap output dan tingkat harga ( bunga )

Kurva IS Datar
Elastis Sempurna
Kurva IS
Inelastis Sempurna
Kurva IS
Negatif
Kurva LM Elastis Sempurna (Interval Keynes)
Tidak terdefinisi
Moneter Ekspansif / kontraktif tidak efektif dan tingkat bunga tetap
Moneter Ekspansif / kontraktif tidak efektif dan tingkat bunga tetap
Kurva LM Inelastis Sempurna (Interval Klasik)
Moneter ekspansif naik, tingkat bunga tetap
Moneter kontraktif turun, tingkat bunga tetap
Tidak terdefinisi
Moneter ekspansif turun, tingka bunga turun
Moneter kontraktif turun, tingkat bunga naik
Kurva LM Positif (Interval Antara)
Moneter ekspansif naik, tingkat bunga tetap
Moneter kontraktif turun, tingkat bunga tetap
Moneter ekspansif tetap, tingkat bunga turun
Moneter kontraktif tetap, tingkat bunga naik
Moneter ekspansif naik, tingkat bunga turun
Moneter kontraktif turun, tingkat bunga naik





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam pelaksanaannya Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran – sasaran moneter ( seperti uang beredar atau suku bunga ) dengan tujuan utama menjga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran – sasaran moneter menggunakan instrumen – instrumen. Kebijakan moneter berpengaruh pada daya beli secara agregat, dan memiliki tujuan mengarahkan ekonomi makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang beredar. Kondisi ini akan meningkatkan output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga ( inflasi terkontrol ).


Daftar Pustaka
Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikroekonomi & Makroekonomi )Edisi ketiga.Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI,2002
Id.wikipedia.org/wiki/kebijakan_moneter
Kinantrian.wordpress.com/kebijakan-moneter

No comments:

Post a Comment