Saturday, April 27, 2013

INVESTASI

PART XIII


Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Dalam bahasa yang lebih fisiologis, segala sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menciptakan/menambah nilai kegunaan hidup adalah investasi. Jadi, investasi bukan hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga non-fisik terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
Investasi Dalam Konteks Ekonomi Makro
Investasi merupakan konsep aliran (flow concept), karena besarnya dihitung selama satu interval periode tertentu. Tetapi investasi akan memengaruhi jumlah barang modal yangh tersedia (capital stock) pada satu periode tertentu. Tambahan stok barang modal adalah sebesar pengeluaran investasi satu peiode sebelumnya.
a)   Investasi Dalam Bentuk Barang Modal dan Bangunan
Investasi barang modal dan bangunan adalah pengeluaran-pengeluaran untuk pembelian pabrik-pabrik, mesin, peralatan produksi, dan bangunan atau gedung yang baru. Karena daya tahan barang modal dan bangunan umumnya lebih dari setahun. Investasi ini juga disebut sebagai investasi dalam bentuk harta tetap (fixed investment).

b)  Investasi Persediaan
Investasi dalam bentuk persediaan bisa juga dilakukan dalam bentuk persediaan bahan baku dan barang setengah jadi / sedang dalam proses penyelesaian. Tujuan kebijaksanaan ini adalah untuk meningkatkan keuntungan atau  pendapatan di masa yang akan datang.

Nilai Waktu dari Uang
1)     Nilai Sekarang (Present Value)
2)     Nilai Masa Mendatang (Future Value)

Kriteria Investasi
a)   Payback Period
b)  Benefit / Cost Ratio (B/C Ratio)
c)   Net Present (NPV)
d)  Internal Rate of Return (IRR)

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Investasi
1)  Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Rate of  Return)
a)  Kondisi Internal Perusahaan
b)  Kondisi Eksternal Perusahaan
2)  Biaya Investasi
3)  Marginal Efficiency of Capital (MEC), Tingkat Bunga, dan Marginal Efficiency of Investment (MEI)

Invetasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Investasi merupakan upaya memelihara stok barang modal. Besarnya investasi yang harus dilakukan untuk memelihara barang stok adalah senilai persentase penyusutan dikalikan stok barang modal yang diharapkan.
Keputusan perusahaan untuk meningkatkan stok barang modal dapat memberikan dampak positif terhadap total perekonomian, karena peningkatan stok barang modal secara nasional akan dapt meningkatkan kegiatan produksi dan memperluas kesempatan lapangan kerja.  

Sumber :  
Rahardja, Prathama, dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (mikroekonomi & makroekonomi). Jakarta. Lembaga Penerbit FE UI, 2008

No comments:

Post a Comment