Thursday, June 13, 2013

INFLASI


INFLASI
PART XVI
Analisis Permintaan Agregat  dan Penawaran Agregat
1)   Permintaan Agregat (aggregate demand/AD)
Total permintaan barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama satu periode tertentu. Bentuk kurva AD sama seperti kurva permintaan terhadap satu komoditas tertentu. Bedanya, tingkat harga merupakan tingkat harga umum yang biasanya angka dalam indeks. Angka indeks diperoleh dari penghitungan menguunaan metode pembobotan (weighted) tertentu
o  Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Permintaan Agregat
Jika pemerintah mengambil kebijakan uang ketat,  jumlah uang beredar akan berkurang. Hal ini akan mengurangi daya beli secara agregat. Hal sebaliknya yang terjadi dengan kebijakan ekspansif , yang menyebabkan uang beredar akan bertambah.
o  Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap Permintaan Agregat
Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang bertujuan mengarahkan ekonomi makro dengan mengatur anggaran pemerintah, terutama sisi permintaan dan pengeluaran. Alat utama kebijakan fiskal adalah pajak dan subsidi. Jika pemerintah mengambil kebijkan anggaran defisit, maka permintaan agregat akan meningkat, karena pemerintah harus mengurangi pendapatan dengan mengurangi pajak dan atau menambah pengeluaran. Hal ini akan meningkatkan daya beli masyarakat. Sebaliknya yang terjadi, jika pemerintah menempuh kebijakan surplus.
2)   Penawaran Agregat (aggregate supply/AS)
Kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap penawaran agregat
3)   Inflasi dan Keseimbangan Ekonomi
4)   Inflasi Tekanan Permintaan(Demand – Pull Inflation)
Inflasi yang terjadi karena dominannya tekanan permintaan agregat. Tekanan permintaan menyebabkan output perekonomian bertambah, tetatpi disertasi inflasi dilihat dari makin tingginya tingkat harga umum.
5)   Inflasi Dorongan Biaya(Cost – Push Inflation)
Hal ini terjadi karena kenaikan biaya produksi. Biasanya menyebabkan penawaran agregat berkurang. Naiknya biaya produksi disebabkan naiknya harga input output.
6)   Stagflasi
Menjelaskan tentang kombinasi dari dua keadaan buruk, yaitu stagnasi dan inflasi. Stagnasi adalah kondisi dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sekita nol persen per tahun.  Jumlah output relatif tidak bertambah, tetapi kondisi ini disertai inflasi.
Teori Inflasi
a)   Teori Kuantitas
Tingkat harga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar. Harga akan naik jika ada penambahan uang yang beredar. Jika jumlah barang yang ditawarkan tetap, sedangkan jumlah uang ditambah menjadi dua kali lipat, maka cepat atau lambat harga akannaik menjadi dua kali lipat.
b)   Teori Keynes
Inflasi terjadi karena nafsu berlebihan dari suatu golongan masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak dan jasa yang tersedia. Karena keinginan tersebut, maka permintaan bertambah sedangkan penawaran tetap dan yang akan terjadi adalah harga akan naik. Pemerintah dapat membeli barang dan jasa dengan cara mencetak uang.
c)    Teori Struktural
Produsen tidak dapat mengantisipasi dengan cepat kenaikan permintaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk. Permintaan sulit dipenuhi ketika ada kenaikan jumlah penduduk, jika yang digunakan adalah teknologi sederhana
Penghitungan Angka Inflasi
Angka inflasi adalah suatu indikator ekonomi yang digunakan dalam mengambil berbagai langkah keputusan di bidang ekonomi. Angka inflasi harus dapat dihitung agar ada patokan dalam mengambil keputusan.
Indeks harga adalah perbandingan antara harga rata – rata pada tahun yang dihitung dan harga rata – rata pada tahun dasar. Tahun dasar yang digunakan adalah tahun yang dibuat sebagai patoka perhitungan. Pada dasarnya bebas memilih tahun dasar, tapi agar hasil penghitungan angka indeks harga rasional maka tahun dasar yang dipilih sebaiknya adalah tahun di  mana kondisi perekonomian dalam keadaan stabil dan tidak terlalu lama dengan tahun yang akan dihitung.
a.    Indeks Harga Konsumen(IHK/Consumer Price Index)
Angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode tertentu. Angka IHK diperoleh dengan menghitung harag – harga barang dan jasa utama yang dikonsumsi masyarakat dalam satu periode tertentu.
b.    Indeks Harga Perdagangan Besar(IHPB/Wholesale Price Index)
Mencakup barang – barang perdagangan dalam jumlah besar yang terdiri atas 5 macam, yaitu hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil industri, ekspor, dan impor. IHPB digunakan untuk melihat inflasi sisi produsen.
c.    Indeks Harga Implisit(IHI/GDP Deflator)
Angka deflator ini diperkenalkan dalam pembahasan produk domestik bruto berdasarkan harga berlaku dan konstan.
Dampak Inflasi Terhadap Kegiatan Ekonomi Masyarakat
§  Dampak terhadap Pendapatan
§  Dampak terhadap Ekspor
§  Dampak terhadap Minat Orang untuk Menabung
§  Dampak terhadap Kalkulasi Harga Pokok
Cara Mengatasi Inflasi
1.    Kebijakan Moneter
ü Kebijakan penetapan persediaan kas
ü Kebijakan diskonto
ü Kebijakan operasi terbuka
2.    Kebijakan Fiskal
ü Menghemat pengeluaran pemerintah
ü Menaikkan tarif pajak
3.    Kebijakan Lain di Luar Kebijakan Moneter & Kebijakan Fiskal
ü Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar
ü Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang

Kesimpulan
Inflasi sangat berdampak terhadap kegiatan ekonomi dalam masyarakat luas. Hal ini berpengaruh pada pendapatan, ekspor, minat menabung, dan kalkulasi harga pokok. Pada permasalahan ekonomi yang ada seperi inflasi ini, pemerintah dapat menerapkan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk mengatasi laju inflasi. Inflasi itu sendiri secara otomatis akan mengganggu stabilitas ekonomi dengan merusak perkiraan tentang masa depan para pelaku ekonomi. Bagi konsumen perkiraan ini mendorong  pembelian barang dan jasa lebih banyak dari yang biasanya. Tujuannya untuk lebih menghemat pengeluaran konsumsi. Akibatnya, permintaan barang dan jasa akan meningkat.


Sumber
Alam S.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X.Jakarta:Penerbit Erlangga
Rahardja Prathama, Mandala Manurung,Pengantar Ekonomi (mikroekonomi & makroekonomi) edisi ketiga.Jakarta:Lembaga Penerbit FEUI,2008

No comments:

Post a Comment