Thursday, June 13, 2013

INFLASI


PART XV
Inflasi adalah suatu keadaan pereonomian dimana harga- harga secara umum mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu berlangsung dalam jangka panjang.  Kenaikan harga yang bersifat sementara pada saat Lebaran tidak dianggap sebagai inflasi. Hal ini karena setelah masa lebaran, harga – harga akan turun kembali. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan secara tuntas. Usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya. 
Jenis – jenis inflasi
§  Inflasi Ringan ( < 10% per tahun )
Inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi. Inflasi ini masih mudah dikendalikan. Harga – harga naik secara umum, tapi belum menimbulkan krisis dibidang ekonomi
§  Inflasi Sedang ( 10% - 30% per tahun )
Inflasi ini belum membahayakan kegiatan ekonomi. Tapi, inflasi ini sudah menurunkan kesejahteraan orang – orang yang berpenghasilan tetap
§  Inflasi Berat ( 30% - 100% per tahun )
Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perkenomian. Pada kondisi ini orang lebih cendrung menyimpan barang da umumnya enggan menabung, karena bunga tabungan lebih rendah daripada laju inflasi
§       Inflasi Sangat Berat( > 100% per tahun )
Inflasi ini sudah sangat mengacaukan kondisiperekonomian dan susah dikenadalikan walaupun seudah diterapkan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. (Hyperinflation)
Jenis Inflasi Berdasarkan Sumber
·         Inflasi Bersumber dari Luar Negeri
Hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga di luar negeri. Jika suatu negara mengimpor barang dari negara yang mengalami inflasi, maka otomatis kenaikan harga tersebut akan memengaruhi harga – harga dalam negerinya sehingga menimbulkan inflasi.
·      Inflasi Bersumber dari Dalam Negeri
Hal ini dapat terjadi karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit. Ini juga dapat terjadi karena kegagalan panen. Kegagalan panen menyebabkan penawaran suatu jenis barang berkurang, sedangkan permintaan tetap, sehingga harga – harga akan naik.
Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebab
o   Inflasi karena Kenaikan Permintaan
Kenaikan permintaan tidak dapat dipenuhi produsen. Maka harga – harga akan cenderung naik. Sesuai dengan hukum ekonomi “Jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga cenderung naik.”
o   Inflasi karena Kenaikan Biaya Produksi
Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan inflasi.
3 Komponen Inflasi
1.      Kenaikan Harga
Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi daripada harag periode sebelumnya.
2.      Bersifat Umum
Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga – harga secara umum naik.
3.      Berlangung Terus – Menerus
Kenaikan harga yang bersifat umum belum akan memunculkan inflasi, jika terjadinya sesaat. Karena perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Sebab dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga berifat umum dan terus – menerus. Rentang waktu yang lebih panjang adalah triwulanan dan tahunan.
Penyebab Inflasi
v  Inflasi karena kenaikan permintaan ( demand – pull inflation )
v  Inflasi karena biaya produksi ( cost – pull inflation )
v  Inflasi karena jumlah uang yang beredar bertambah

Kesimpulan
Inflasi dapat terjadi ketika kenaikan harga berlangsung secara terus – menerus dan bersifat umum. Gejala inflasi ini dapat dikenali melalui berapa lama harga ini melonjak. Jika hanya beberapa hari saja maka tidak dikatakan inflasi. Pada saat perayaan hari besar harga – harga terkadang melonjak tinggi, ini pun tidak dapat dikatak inflasi karena tidak terjasi secara terus- menerus. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya inflasi. Hal ini bisa dihindari dengan menerapkan kebijakan – kebijakan oleh pemrintah untuk mengatasi inflsi.

Sumber
Alam S.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X.Jakarta:Penerbit Erlangga
Rahardja Prathama, Mandala Manurung,Pengantar Ekonomi (mikroekonomi & makroekonomi) edisi ketiga.Jakarta:Lembaga Penerbit FEUI,2008

No comments:

Post a Comment