Thursday, June 13, 2013

MONETER


KEBIJAKAN MONETER
PART XIX

Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan, mengatur perekonomian makro kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang beredar.  Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh sekligus mengendalikan inflasi.
Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, margin requirement,kapitalisasi untuk bank atau bertindak sebagai peminjam usaha terakhir. Kebijakan moneter betujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan), keseimbangan eksternal serta tercapainya tujuan ekonomi makro yaitu menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan. Kebijakan moneter dilakukan tanpa batas pada instrumen, yaitu suku bunga, giro wajib minium, intervensi dipasar valuta asing.
Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Bank sentral berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam distribusi barang.
Pengaturan jumlah uang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang beredar. Ada 2 golongan kebijakan moneter, yaitu :
·         Kebijakan Moneter Ekspansif   ( Monetary Expansive Policy )
Suatu kebijakan dalam rangka menambhah jumlah uang beredar. Hal ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat pada saat pereknomian mengalami resesi atau depresi.
·         Kebijakan Moneter Kontraktif   ( Monetary Contractive Policy)
Suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang beeredar. Hal ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi.
Instrumen Kebijakan Moneter
Ada 3 instrumen utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar, yaitu :
1)        Operasi Pasar Terbuka  ( Open Market Operation )
Pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat – surat berhargamilik pemerintah ( government securities ). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka pemerintah menjual surat - surat berharga, maka uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas modern sehingga jumlah uang beredar berkurang. Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga tersebut ( open market buying ). Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini, Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen, sehingga saat ini dikenal SBI repo dan SBPU repo.

2)    Fasilitas Diskonto  (Discount Rate)
            Tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank – bank umum yang meminjam ke bank sentral.  Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman. Dengan tingkat bunga pinjaman rendah , maka keinginan bank – bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi tinggi sehingga jumlah uang yang beredar bertambah. Jika ingin menahan laju pertambahan jumlah uang beredar pemerintah menaikkan bunga pinjaman. Dengan tingkat bunga yang tinggi, maka keinginan bank – bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi tinggi sehingga jumlah uang yang beredar rendah.
3)    Rasio Cadangan Wajib  ( Reserve Requirement Ratio )
            Jika cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.  Jika rasio cadangan wajib diperkecil, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih besar dibanding sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan pembesaran angka multiplikasi uang, yang berarti akan meningkatkan jumlah uang beredar.
4)    Imbauan Moral  ( Moral Persuasion )
            Kebijakan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.
Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi
Kebijakan moneter dikatakan efektif jika mampu mengendalikan tingkat output dan atau harga.
o   Pengaruh kebijakan moneter terhadap keseimbangan pasar uang – modal
o   Pengaruh kebijakan moneter terhadap keseimbangan ekonomi


Kesimpulan
Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Bank sentral berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam distribusi barang.

Sumber
Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikroekonomi & Makroekonomi )Edisi ketiga.Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI,2002
Id.wikipedia.org/wiki/kebijakan_moneter
Kinantrian.wordpress.com/kebijakan-moneter

No comments:

Post a Comment