Saturday, March 14, 2015

Aktiva

AKTIVA TAK BERWUJUD

PSAK No.19 (revisi 2009)1 merujuk IAS No. 38, mendefinisi aktiva tak berwujud (ATB) adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki substansi atau wujud fisik.
Aktiva tak berwujud mempunyai karakteristik penting, yaitu : (Jusup Al. Haryono : 2009) 2
1.   Kurang memiliki eksistensi fisik, tidak seperti aktiva berwujud seperti property, pabrik, dan peralatan, aktiva tak berwujud memperoleh nilai dari hak dan keistimewaan atau privilege yang diberikan pada perusahaan yang menggunakannya.
2.   Bukan merupakan instrumen keuangan, aktiva seperti deposito bank, piutang usaha, dan investasi jangka panjang dalam obligasi serta saham tidak memiliki substansi fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai aktiva tak berwujud. Aktiva ini merupakan instrument keuangan dan menghasilkan nilainya dari hak untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa depan.
3.   Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi, Aktiva tak berwujud menyediakan jasa selama periode bertahun tahun. Investasi dalam aktiva ini biasanya dibebankan pada periode masa mendatang melalui beban amortisasi periodik.
Perbedaan antara akuntansi aktiva tak berwujud bila dibandingkan dengan akuntansi aktiva tetap. Aktiva tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif (IAI, 2002 : 19.5)3 . Menurut Soemarso S.R (2005 : 20)4 menyatakan bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan serta nilainya cukup besar. Pertama, istilah yang digunakan untuk menghapus aktiva tak berwujud adalah amortisasi (bukan depresiasi). Untuk mencatat amortisasi aktiva tak berwujud maka rekening biaya amortosasi didebet dan rekening aktiva tak bewrujud yang bersangkutan dikredit. Alternatif lain, bisa juga dikredit rekening akumulasi amortisasi, seperti halnya akumulasi depresiasi pada aktiva tetap. Namun sebagian besar perusahaan memilih cara yang sederhana, yaitu dengan langsung mengkredit rekening aktiva tak bewrujud. Perbedaan kedua ialah bahwa periode amortisasi suatu aktiva tak berwujud tidak boleh melebihi 40 tahun.
Contoh Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intangible Asset) :
1.   Hak Sewa (Lease Hold)
Hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris).
2.  Hak Patent
Hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas penemuan tersebut, penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang.
3.  Hak Penggandaan (Copyright)
Hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lirik lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.
4. Franchise

Hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise.

No comments:

Post a Comment