Saturday, October 17, 2015

ETIKA BISNIS DAN KASUS

ETIKA BISNIS
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai  dan  moral  pribadi  perorangan  dan  konteks  sosial menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai  perilaku  yang  etis  atau  tidak etis. Menurut Magnis-Suseno menyatakan bahwa etika dan ajaran moral tidak berada disatu tingkat yang sama. Ajaran moral menetapkan bagaimana manusia harus hidup, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak. Sedangkan etika membantu seseorang untuk mengerti mengapa ia harus mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana ia dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. Menurut K. Bertens (2000 : 5), “Etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.”
Kemudian  Bertens juga menyatakan bahwa bisnis yang ber “etika” merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bisnis itu sendiri, karena tujuan dari bisnis tidak hanya semata-mata memaksimalkan keuntungan saja yang akan mengakibatkan timbulnya keadaan yang tidak “etis” tetapi juga harus memperhatikan lingkungan bisnis atau disebut sebagai “the stakeholders’benefit” atau manfaat bagi stakeholder.
Prinsip Etika Bisnis
Menurut Sonny Keraf menyebutkan secara umum terdapat lima prinsip etika bisnis, yaitu :
a)    Prinsip otonomi.
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Orang yang otonom adalah orang yang bebas mengambil keputusan dan tindakan serta  bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya tersebut.
b)   Prinsip kejujuran
Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak, kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding, kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
c)    Prinsip keadilan.
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang  adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
d)   Prinsip saling menguntungkan.
Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan suatu win-win solution.
e)    Prinsip integritas moral.
Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan. 

Keutamaan Etika Bisnis
Dalam bisnis modern, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya. Perusahaan yang unggul bukan hanya memiliki kinerja dalam bisnis, manajerial dan finansial yang baik akan tetapi juga kinerja etis dan etos bisnis yang baik. Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat, maka konsumen benar-benar raja. Kepercayaan konsumen dijaga dengan memperlihatkan citra bisnis yang baik dan etis.
Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis. Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan. Menurut Kenneth Blanchard dan Norman Vincent Peale menyatakan bahwa perlakuan yang baik terhadap karyawan telah menaikkan keuntungan perusahaan sebesar 20% atau telah menurunkan harga produk perusahaan tersebut sebesar 20%.
Adapun kasus pelanggaran yang berkaitan dengan etika bisnis, yaitu :
Perjalanan obat nyamuk bermula pada tahun 1996, diproduksi oleh PT Megasari Makmur yang terletak di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. PT Megasari Makmur juga memproduksi banyak produk seperti tisu basah, dan berbagai jenis pengharum ruangan. Obat nyamuk HIT juga mengenalkan dirinya sebagai obat nyamuk yang murah dan lebih tangguh untuk kelasnya. Selain di Indonesia HIT juga mengekspor produknya ke luar Indonesia.
Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang mengganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.
HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.
        Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan melakukan pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran perusahaan besarpun berani untuk mengambil tindakan kecurangan untuk menekan biaya produksi produk. Mereka hanya untuk mendapatkan laba yang besar dan ongkos produksi yang minimal. Mengesampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya. Dalam kasus HIT sengaja menambahkan zat diklorvos untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung. Dan walaupun perusahaan sudah meminta maaf dan juga mengganti barang dengan memproduksi barang baru yang tidak mengandung zat berbahaya tapi seharusnya perusahaan jugamemikirkan efek buruk apa saja yang akan konsumen rasakan bila dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai produsen memberikan kualitas produk yang baik dan aman bagi kesehatan konsumen selain memberikan harga yang murah yang dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.

Penyelesaian Masalah yang dilakukan PT.Megasari Makmur dan Tindakan Pemerintah
Pihak produsen (PT. Megasari Makmur) menyanggupi untuk menarik semua produk HIT yang telah dipasarkan dan mengajukan izin baru untuk memproduksi produk HIT Aerosol Baru dengan formula yang telah disempurnakan, bebas dari bahan kimia berbahaya. HIT Aerosol Baru telah lolos uji dan mendapatkan izin dari Pemerintah. Pada tanggal 08 September 2006 Departemen Pertanian dengan menyatakan produk HIT Aerosol Baru dapat diproduksi dan digunakan untuk rumah tangga (N0. RI. 2543/9-2006/S).Sementara itu pada tanggal 22 September 2006 Departemen Kesehatan juga mengeluarkan izin yang menyetujui pendistribusiannya dan penjualannya di seluruh Indonesia.
Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, yaitu:
1. Pasal 4, hak konsumen adalah :
a)  Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”.
b)   Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”. PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi HIT.
2. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :
a)  Ayat 2 : “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”. PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam sebelum boleh dimasuki lagi.
3. Pasal 8
a)    Ayat 1 : “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.”
b) Ayat 4 : “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.” PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk HIT tersebut tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut.Seharusnya, produk HIT tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.
4. Pasal 19 :
a)    Ayat 1 : “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.”
b)   Ayat 2 : “Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
c)    Ayat 3 : “Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.” Menurut pasal tersebut, PT Megarsari harus memberikan ganti rugi kepada konsumen karena telah merugikan para konsumen.

Kesimpulan
Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil industri di pasar internasional. Kecendrungan makin banyaknya  pelanggaran etika bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabdian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan Negara.
Seperti pada kasus PT Megarsari Makmur (produk HIT) masalah yang terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kandungan-kandungan apa saja yang terkandung dalam produk tersebut. PT. Megarsari Makmur sudah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan memasukkan 2 zat berbahaya pada produk mereka yang berdampak buruk pada konsumen yang menggunakan produk mereka. Salah satu sumber mengatakan bahwa meskipun perusahaan sudah melakukan permintaan maaf dan berjanji menarik produknya, namun permintaan maaf itu hanyalah sebuah klise dan penarikan produk tersebut seperti tidak di lakukan secara sungguh –sungguh karena produk tersebut masih ada dipasaran.



DAFTAR PUSTAKA

Arijanto, Agus. 2011. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Jakarta : Rajawali Pers.
Fuad, M dkk. 2003. Pengantar Bisnis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
http://e-journal.upstegal.ac.id/index.php/Cermin/article/download/213/216
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/forum/article/download/3160/2836
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126015-RB06P31e-Etika%20bisnis-Literatur.pdf

http://kalinabonbon.blogspot.com/2013/02/kasus-pelanggaran-etika_5.html

Thursday, June 18, 2015

TOEFL

SECOND SECTION DALAM TOEFL
Structure and Written Expression
Section 2 terdiri dari 2 bagian, yaitu Sentence Completion (melengkapi kalimat) dan Error Identification (mengidentifikasi kesalahan gramatikal)
Penjelasan mengenai Sentence Completion dan Error Identification :
Sentence Completion :
Bagian ini terdapat 15 pertanyaan, terdiri dari 1 buah kalimat dengan kata / frasa yang dihilangkan pada tiap pertanyaan. Ada pilihan (a), (b), (c), atau (d) yang jika dicocokkan dengan kalimat pertanyaan menjadi BENAR secara gramatikal. Jadi, harus teliti dalam memilih jawaban mana yang benar. Strategi yang perlu dilakukan adalah kenali terlebih dahulu komponen yang ada, maka nanti akan terlihat komponen yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, maka kita harus mencari bagian yang memang diperlukan dan mengeliminasi pilihan yang salah.
Langkah 1 : Baca kalimat secara cepat
Langkah 2 : Tentukan komponen apa yang harus dihilangkan secara cepat
Langkah 3 : Eliminasi pilihan jawaban yang tidak benar secara gramatikal
Langkah 4 : Jawab pertanyaan tersebut
Error Identification :
Bagian ini terdapat 25 pertanyaan, masing-masing kalimat terdapat kata yang digaris bawahi ditandai dengan (a), (b), (c), dan (d). Diminta untuk mengidentifikasi bagian yang ditandai dan menunjukan bagian mana yang TIDAK tepat secara gramatikal. Jadi, cari bagian mana yang salah.
Secara keseluruhan strategi untuk mengerjakan soal second section ini harus :
a)    Be familiar with direction
Baca petunjuk sebelum mengerjakan. Sering berlatih soal TOEFL, maka akan familiar dengan petunjuk – petunjuk soal TOEFL.
b)   You can spend on average of about thirty second on each question
Berlatih soal dengan tenang.
c)    Never answer every question quickly
Perlahan tapi pasti. Karena dalam soal banyak jebakan – jebakan walaupun sekilas terlihat mudah. Harus teliti dalam mengerjakan.
d)   Never leave any answer blank
Dalam skoring TOEFL, jika ada jawaban salah tidak mendapatkan nilai -1. Oleh karena itu ada baiknya mengisi semua soal walaupun terlihat sulit namun ada baiknya di isi dengan perkiraan mana yang paling benar
e)    If you finish before time, go back and work on items that you found difficult
Mengecek kembali soal yang dianggap sulit sebelumnya. Dengan itu, resiko menjawab soal akan minim kesalahan.

TOEFL

SECOND SECTION DALAM TOEFL
Structure and Written Expression
Section 2 terdiri dari 2 bagian, yaitu Sentence Completion (melengkapi kalimat) dan Error Identification (mengidentifikasi kesalahan gramatikal)
Penjelasan mengenai Sentence Completion dan Error Identification :
Sentence Completion :
Bagian ini terdapat 15 pertanyaan, terdiri dari 1 buah kalimat dengan kata / frasa yang dihilangkan pada tiap pertanyaan. Ada pilihan (a), (b), (c), atau (d) yang jika dicocokkan dengan kalimat pertanyaan menjadi BENAR secara gramatikal. Jadi, harus teliti dalam memilih jawaban mana yang benar. Strategi yang perlu dilakukan adalah kenali terlebih dahulu komponen yang ada, maka nanti akan terlihat komponen yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, maka kita harus mencari bagian yang memang diperlukan dan mengeliminasi pilihan yang salah.
Langkah 1 : Baca kalimat secara cepat
Langkah 2 : Tentukan komponen apa yang harus dihilangkan secara cepat
Langkah 3 : Eliminasi pilihan jawaban yang tidak benar secara gramatikal
Langkah 4 : Jawab pertanyaan tersebut
Error Identification :
Bagian ini terdapat 25 pertanyaan, masing-masing kalimat terdapat kata yang digaris bawahi ditandai dengan (a), (b), (c), dan (d). Diminta untuk mengidentifikasi bagian yang ditandai dan menunjukan bagian mana yang TIDAK tepat secara gramatikal. Jadi, cari bagian mana yang salah.
Secara keseluruhan strategi untuk mengerjakan soal second section ini harus :
a)    Be familiar with direction
Baca petunjuk sebelum mengerjakan. Sering berlatih soal TOEFL, maka akan familiar dengan petunjuk – petunjuk soal TOEFL.
b)   You can spend on average of about thirty second on each question
Berlatih soal dengan tenang.
c)    Never answer every question quickly
Perlahan tapi pasti. Karena dalam soal banyak jebakan – jebakan walaupun sekilas terlihat mudah. Harus teliti dalam mengerjakan.
d)   Never leave any answer blank
Dalam skoring TOEFL, jika ada jawaban salah tidak mendapatkan nilai -1. Oleh karena itu ada baiknya mengisi semua soal walaupun terlihat sulit namun ada baiknya di isi dengan perkiraan mana yang paling benar
e)    If you finish before time, go back and work on items that you found difficult

Mengecek kembali soal yang dianggap sulit sebelumnya. Dengan itu, resiko menjawab soal akan minim kesalahan.

Friday, May 8, 2015

Listening Toefl

Skill yang dibutuhkan untuk megikuti tes listening Toefl 

Listening section  merupakan bagian dalam tes TOEFL yang menguji kemampuan dalam memahami suatu pembicaraan yang berupa percapakan atau kuliah singkat. Dalam tes ini, kemampuan kosakata sangat diutamakan.

Belajar listening test harus dengan membiasakan diri mendengarkan percakapan dan kuliah dalam bahasa Inggris. Untuk mendapatkan bahan ini, bisa saja mengunduh lagu, film serta kuliah yang disampaikan oleh seorang native speaker. Pertama-tama hanya perlu mendengarkan saja, agar terbiasa dengan itu. Setelah cukup terbiasa, bisa mulai fokus pada masalah pemahaman gagasan yang disampaikan. Dalam hal ini, bisa mulai menggunakan catatan- catatan kecil yang bisa menjadi reminder atau notes. Perhatikan pula penggunaan kosakata yang ada, sehingga bisa sekaligus memperkaya kosakata. Selain itu, perlu juga memperhatikan bagaimana pola penyampaian gagasannya. Dengan memahami pola, tentu akan lebih mudah untuk menemukan gagasan utamanya.


Selain itu, transisi pembicaraan itu juga perlu mendapat perhatian, sehingga bisa mengetahui pembicaraan itu dalam pengantar, isi atau kesimpulan. Dengan menguasai hal ini, bisa lebih memusatkan perhatian pada bagian-bagian tertentu dari pembicaraan itu. Hal ini juga akan membantu untuk memahami secara lebih sistematis. Lalu, biasakan diri dengan berbagai aksen yang digunakan oleh speaker. Aksen ini juga menentukan kecepatan bicara seseorang. Bila sudah terbiasa, tentu tidak akan kesulitan kalau harus mendapatkan speaker yang memiliki aksen yang berbeda-beda. Setelah itu semua, juga perlu berlatih untuk merangkum keseluruhan pembicaraan. Ini juga bisa ditambahkan dengan berlatih menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disampaikan speaker.

Thursday, May 7, 2015

AUDIT MANUFAKTUR

AUDIT MANUFAKTUR
 PT. XYZ





Chairunnisa Nursani (21212575)
       Fitri Juwita Ningrum (23212009)
3EB09


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
2015


Kepada
Yth. Direktur PT XYZ
Di Bogor

            Kami telah melakukan audit atas Operasi dan Produksi pada PT XYZ. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajiban laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang kegiatan Operasi dan Produksi yang terjadi dalam perusahaan. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai tepat jumlah, tepat mutu, tepat hasil produksi, dan biaya rendah. Audit atas Operasi dan Produksi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan saran perbaikan atas kekurangan kegiatan operasi dan produksi perusahaan agar di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi :
Bab I        : Informasi Latar Belakang
Bab II      : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III     : Rekomendasi
Bab IV     : Ruang Lingkup Audit
Dalam melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerjasama dari berbagai yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini.





Bab I
INFORMASI LATAR BELAKANG

PT XYZ merupakan perusahaan yang didirikan oleh Tn. A pada tahun 1910. Penemuan pertamanya adalah bahan untuk melindungi dan membersihkan granit (Conservado, Purigo) dan bahan waterproofing mortar. Pada tahun 1911 ia mendaftarkan perusahaannya, Tn. A & Co, ke Register Komersial.     
PT XYZ bergerak dibidang produksi bahan kimia dan bahan perekat berkualitas tinggi untuk konstruksi bangunan dan industri manufaktur. Tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Produk yang dihasilkan berupa  beton, waterproofing, roofing, flooring, pengisi celah dan perekat, refurbishment dan industri.
Tujuan dilakukannya audit adalah :
  1. Menilai apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
  2. Menilai apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat menghubungkan santara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
  3. Menilai apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.
  4. Menilai apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.
  5. Menilai apakah penempatan fasilias produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses secara ekonomis, efektif, dan efisien.
  6. Menilai apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai dengan kualitas, kuantitas dan waktu yang telah ditetapkan.
  7. Menilai apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.
BAB II
KESIMPULAN AUDIT

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut :
Kondisi :
1.      Dalam pengendalian bahan baku, material yang diterima dari pemasok tidak mendapatkan garansi.
2.      Dalam pengendalian pemasok, pemasok tidak secara periodik diinspeksi sesuai dengan prosedur tertulis yang dimiliki perusahaan.
3.      Seluruh kapasitas yang dimiliki tidak terserap dalam rencana produksi yang telah ditetapkan perusahaan.
Kriteria :
1.      Jadwal induk produksi disusun berdasarkan rencana penjualan
2.      Jadwal induk produksi mencerminkan berbagai usaha yang akan dilakukan untuk memuaskan kebutuhan pasar dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya
3.      Rencana induk produksi harus meminimalkan terjadinya kapasitas menganggur agar operasi berjalan secara efektif dan efisien
4.      Kebijakan mendapatkan garansi dari pemasok harus jelas
5.      Kriteria dan prosedur perusahaan dalam menilai pemasok harus ditentukan
Penyebab :
1.  Bahan baku yang diterima rusak dari pemasok, perusahaan menanggung sendiri
2. Tidak ada inspeksi periodik terhadap bahan baku yang diterima dari pemasok sehingga ada beberapa bahan baku yang tidak sesuai dengan kebutuhan standar produk
3.  Tidak ada pedoman yang berkaitan dengan besaran kapasitas yang harus dimiliki

Akibat :
1. Kerusakan dalam penerimaan bahan baku dari pemasok maka ditanggung oleh perusahaan itu sendiri.
       2.  Adanya ketidaksesuaian bahan baku produk dengan standarisasi yang telah ditetapkan
       3.  Penggunaan kapasitas produksi tidak optimal

  
BAB III
REKOMENDASI

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
1.      Kelemahan yang terjadi karena perusahaan tidak mendapatkan garansi dari pemasok sampai bahan diolah dalam proses produksi sehingga tidak dapat menghindari kerugian akibat kerusakan bahan sebelum masuk proses produksi.
2.      Kelemahan yang terjadi pada bagian pengendalian pemasok yang tidak diinspeksi secara periodik sehingga ada ketidaksesuaian bahan dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
3.      Kelemahan yang terjadi pada bagian jadwal induk produksi perusahaan tidak menyerap seluruh kapasitas yang ada ke dalam rencana produksi.
Rekomendasi :
1.      Perusahaan harus memiliki standarisasi pemasok atas bahan baku yang akan masuk ke proses produksi agar dapat menghindari kerugian karena kerusakan.
2.      Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis dalam menilai pemasok yang akan dipilih.
3.      Perusahaan harus memiliki jadwal induk produksi yang menyerap seluruh kapasitas yang dimiliki agar tidak terjadi kapasitas menganggur dalam jadwal produksi.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada kegiatan produksi dan operasi di masa yang akan datang.


BAB IV
Ruang Lingkup Audit


Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah kegiatan produksi dan operasi. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen proses produksi, personalia yang bertugas dalam proses produksi, dan aktivitas proses produksi yang dilaksanakan. 

Saturday, April 11, 2015

DIRECT AND INDIRECT SPEECH



Indirect Speech :
On wednesday, the cabinet secretary Andi Widjajanto said that evaluation was something that Jokowi carried out continiously, but there had been on discussion of [a cabinet] reshuffle.

Analisis :
Perubahan tenses pada kalimat diatas adalah present perfect ke past perfect


Sumber :
www.thejakartapost.com