Saturday, April 11, 2015
DIRECT AND INDIRECT SPEECH
Indirect Speech :
On wednesday, the cabinet secretary Andi Widjajanto said that evaluation was something that Jokowi carried out continiously, but there had been on discussion of [a cabinet] reshuffle.
Analisis :
Perubahan tenses pada kalimat diatas adalah present perfect ke past perfect
Sumber :
www.thejakartapost.com
Saturday, March 21, 2015
SPELLING DAN GRAMMAR
Spelling dan Grammar
Penulisan dokumen yang baik sehingga pembaca dapat mengerti dengan baik harus memiliki kebenaran dari dua sisi, yaitu :
- Ejaan : susunan dan kelengkapan huruf pembentuk kata / frase (Spelling)
- Tata Bahasa : susunan kata atau kalimat yang membentuk arti seutuhnya (Grammar)
Untuk ejaan, berikut adalah beberapa contoh penggunaan ejaan yang baik dan salah :
- mobil dan bukannya mobeel (ejaan salah)
- jaya dan bukannya djaja (ejaan lama)
- modernisasi dan bukannya moderenis
- dan sebagainya
Untuk tata bahasa, berikut adalah beberapa contoh penggunaan tata bahasa yang baik dan salah :
- “Anda ingin kemana setelah sore ini ?” dengan “Kemana Anda setelah ini sore inginkan ?“
- “Anak itu lagi bermain dengan keponakannya di pekarangan depan.” dengan “Keponakannya bermain lagi anak itu dengan di depan pekarangan“.
- dan sebagainya
Untuk tata bahasa, walaupun penulisan kata demi kata benar tapi karena susunannya tidak mengikuti kaidah yang ditentukan dan dapat dimengerti dengan baik menjadikan pembaca kalimat tersebut kebingungan pada akhirnya.
Penggunaan Fitur Spelling dan Grammar di Word 2007
Beruntung untuk kita, dengan fasilitas aplikasi Microsoft Word yang canggih maka penulisan kata demi kata pada dokumen kita dapat diperiksa baik ejaan maupun tata bahasanya sehingga dapat membantu kita dengan maksimal.
Namun sayangnya, sampai saat ini bahasa yang didukung dengan baik adalah Bahasa Inggris. Walaupun sebenarnya kita bisa juga mengisi dictionary Word 2007 ini dengan Bahasa Indonesia.
Untuk artikel ini, kita akan memberikan contoh dengan Bahasa Inggris. Kita akan mulai dengan contoh spelling berikut ini.
- Jalankan aplikasi Microsoft Word 2007 Anda dan buat dokumen baru.
- Ketik kalimat “That carr is being fixed.” pada ruang kerja dan perhatikan kalau kata carr diberi garis bawah merah bergelombang. Itu tandanya kata kita memiliki kesalahan eja (spelling error).
- Untuk membetulkan kesalahan eja tersebut, klik kanan pada kata tersebut. Akan terlihat daftar kata pengganti yang disarankan.
- Pilih kata car sebagai pengganti.
- Tanda spelling error akan hilang.
- Selesai.
SUMBER :
TENSES
Berikut macam-macam, penggunaan, rumus dan contoh 16
macam tenses bahasa Inggris.
|
Penggunaan dan Rumus Tenses
|
Contoh Kalimat Tenses
|
|
Tense ini untuk menyatakan
fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
|
We agree with the speaker’s opinion.
(Kami setuju dengan opini pembicara.) |
|
S + V-1
|
|
|
Tense ini untuk membicarakan aksi yang
sedang berlangsung sekarang atau rencana dimasa depan. |
I’m driving a car to Bandung now.
(Saya sedang menyetir mobil ke Bandung sekarang.) |
|
S + am/is/are + present participle
|
|
|
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan
suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang. |
I have lived in Cilegon for 3
months.
(Saya telah tinggal di Cilegon selama 3 bulan.) |
|
S + have/has + past participle
|
|
|
Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang
telah selesai pada suatu titik dimasa lampau atau aksi telah dimulai di masa lalu dan terus berlanjut sampai sekarang. |
The toddlers have been playing a
ball for an hour.
(Balita-balita itu telah bermain bola selama satu jam.) |
|
S + have/has + been + present participle
|
|
|
Tense ini untuk menunjukkan bahwa suatu
kejadian terjadi di masa lampau. |
The party started at 10.00 a.m.
(Pesta dimulai jam 10 pagi.) |
|
S + V-2
|
|
|
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan
bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau. |
The team was playing basketball all
day yesterday.
(Tim bermain basket sepanjang hari kemarin.) |
|
S + was/were + present participle
|
|
|
Tense ini untuk menyatakan bahwa
suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi
lainnya terjadi.
|
When he came last night, the cakehad run out.
(Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.) |
|
S + had + past participle
|
|
|
Tense ini digunakan untuk mengungkapkan
suatu aksi (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu dimasa lalu. |
The labors had been demonstrating for
an hour when the manager came.
(Pekerja telah berdemonstrasi selama satu jam ketika manager datang.) |
|
S + had + been + present participle
|
|
|
Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi
terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
|
You will win the game.
(Kamu akan memenangkan permainan tersebut.) |
|
I am going to meet him
tomorrow. (Saya akan menemuinya besok.) |
|
Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang
akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan. |
He will be sleeping at 10 p.m.
(Dia akan sedang tidur pada jam 10 malam.) |
|
S + will + be + present participle
|
|
|
Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu
aktivitas akan sudah selesai pada suatu titik waktu di masa depan.
|
At this time next month, I’ll have finished my
English
course. (Pada waktu yang sama bulan depan, saya akan telah menyelesaikan kursus bahasa Inggris.) |
|
S + will + have + past participle
|
|
|
Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu
aksi akan sudah berlangsung selama sekian lama pada titik waktu tertentu
di masa depan.
|
The cat will have been sleeping long when
you get home.
(Kucing itu telah lama tidur ketika kamu pulang.) |
|
S + will + have + been + present participle
|
|
|
Tense ini untuk menyatakan suatu
aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa
depan pada saat berada dimasa lalu.
|
He would forgive you.
(Dia akan memaafkanmu.) |
|
S + would + bare infinitive
|
|
|
Tense ini untuk membicarakan suatu
aksi yang akan sedang berlangsung (berupa prediksi/rencana) di masa
depan pada saat berada dimasa lalu.
|
She would be working at nine o’clock
this morning.
(Dia akan sedang bekerja jam sembilan pagi ini.) |
|
S + would + be + present participle
|
|
|
Tense ini untuk membicarakan suatu aksi
aktivitas yang akan telah dilakukan di masa lalu. Bentuk ini juga digunakan pada conditional sentence type 3. |
I thought you would have slept by
the time I arrived.
(Saya pikir kamu akan sudah tidur pada saat saya tiba.) |
|
S + would + have + past participle
|
|
|
Mirip dengan future perfect continuous tense,
namun realisasi aksi yang dilakukan dapat diketahui sekarang karena aksinya terjadi di masa lampau. |
He would have been working as a
civil engineer in Jakarta by the end of this week last month.
(Dia akan telah bekerja sebagai enjinir sipil di Jakarta pada akhir minggu ini bulan lalu.) |
|
S + would + have + been + present participle
|
|
Catatan:
Rumus pada tabel di atas merupakan rumus umum. Beberapa tense seperti simple
present tense dan simple future tense memiliki opsi
rumus lain yang dijelaskan lebih detail di halaman masing-masing.
SUMBER :
Pelanggaran
etika bisnis dan persaingan tidak sehat dalam upaya penguasaan pangsa pasar
terasa semakin memberatkan para pengusaha menengah kebawah yang kurang memiliki
kemampuan bersaing karena perusahaan besar telah mulai merambah untuk menguasai
bisnis dari hulu ke hilir. Perlu adanya sanksi yang tegas mengenai larangan
praktik monopoli dan usaha yang tidak sehat agar dapat mengurangi terjadinya
pelenggaran etika bisnis dalam dunia usaha.
CONTOH KASUS
KASUS
ETIKA BISNIS INDOMIE DI TAIWAN
Kasus Indomie yang
mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan
pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang
terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid
(asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat
kosmetik, dan pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk
Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk
sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Analisis secara teoritis :
A Dessy Ratnaningtyas,
seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie
yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan
pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya
ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik
sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah
juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie
ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga
berada di dalam kecap dalam kemasan mie instan tersebut, tetapi kadar kimia
yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu
250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam
makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang
bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.
Menurut Kustantinah,
Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie
sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan
kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk
Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan
karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.
Kasus Indomie masalah yang terjadi
dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kandungan-kandungan
apa saja yang terkandung dalam produk mie tersebut sehingga Taiwan
mempermasalahkan kandungan nipagin yang ada dalam produk tersebut. Menurut BPOM
kandungan nipagin yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan
tersebut, kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman
untuk dikonsumsi. Selain itu standar di antara kedua Negara yang berbeda
Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision dan karena Taiwan
bukan merupakan anggota Codec sehingga harusnya produk Indomie tersebut tidak
dipasarkan ke Taiwan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa
Methylparaben secara praktis tidak beracun oleh kedua baik secara oral dan
parenteral. Dalam sebuah populasi dengan kulit normal, Methylparaben praktis
non-iritasi dan non-sensitif, namun reaksi alergi terhadap paraben tertelan
telah dilaporkan. Indonesia
menganut Standarisasi internasional yang
ditetapkan Codex Alimentarius Commission (CAC). Forum CAC (Codex Alimentarius
Commission) merupakan organisasi perumus standar internasional untuk bidang
pangan.
ANALISIS :
Dalam kasus ini sudah jelas pelanggaran
etika dalam berbisnis. Tidak teliti dan peka terhadap standarisasi produk yang
akan dijual di negara lain. Yang dimaksudkan tidak beretika adalah dalam hal
etika khusus yang mencakup dunia bisnis dan melibatkan masyarakat luas. Kasus ini
juga telah melanggar norma hukum di negara tersebut dikarenakan produk yang
dijual tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Adapun penjelasan mengenai
kandungan yang terdapat pada produk ini, yaituMethyl p-hydroxybenzoate (disebut
juga Methyl parahydroxybenzoate) terdapat didalam makanan instant dan makanan
lainnya. Bahan ini adalah bahan pengawet makanan yang cara kerjanya adalah
mencegah timbulnya jamur (fungi) yang selain sebagai pengawet makanan juga
dipakai sebagai bahan campuran kosmetik supaya tidak ada jamur. Tidak ada bukti
bahwa methylparaben atau propylparabens berbahaya pada konsentrasi yang
biasanya digunakan dalam perawatan tubuh atau kosmetik. Methylparaben dan
propylparabens dianggap GRAS (Generally regarded as safe, umumnya dianggap
aman) untuk makanan dan pengawetan antibakteri kosmetik. Methylparaben ini
mudah dimetabolisme oleh bakteri tanah umum, sehingga benar-benar terurai.
Methylparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Hal ini
dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa
akumulasi dalam tubuh.
Indonesia memperbolehkan penggunaan zat ini hingga
250mg/Kg, sedangkan Taiwan memperbolehkan hingga 100mg/Kg. Jadi kalau dilihat
dari standart yang berlaku di Indonesia, mie instant Indomie ini tidak
melanggar aturan legal di Indonesia. Namun Produk ini menjadi tidak legal di
Tawian karena melebihi batas ambang yg berlaku disana. Dep Kes (POM-Pengawas
Obat dan Makanan) pun tidak bisa serta merta melarang penggunaan bahan pengawet
ini. Karena tidak ada bukti klinis yang meyakinkan bahayanya. Dan juga
pelarangannya akan diartikan tidak melindungi industri dalam negeri sebagai
produsen makanan. Taiwan dan Hongkong serta negeri china barangkali lebih ketat
memberlakukan pembatasan penggunaan E218
dibanding Indonesia. Karena mie merupakan makanan pokok bagi bangsa
chinese, sehingga secara akumulatif jumlah yang dikonsumsi akan sangat besar
disana.
SARAN
Bagi perusahaan Indomie sebaiknya
memperbaiki etika dalam berbisnis, harus transparan mengenai kandungan-kandungan
apa saja yang terkandung dalam produk mie yang mereka produksi agar tidak ada
permasalah dan keresahan yang terjadi akibat informasi yang kurang bagi para
konsumen tentang makanan yang akan mereka konsumsi. Lebih teliti dalam
penyebaran produk apakah sudah sesuai dengan standarisasi negara yang dituju.
SUMBER REFERENSI :
Saturday, March 14, 2015
Aktiva
AKTIVA TAK BERWUJUD
PSAK
No.19 (revisi 2009)1 merujuk IAS No. 38, mendefinisi aktiva tak
berwujud (ATB) adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak
memiliki substansi atau wujud fisik.
Aktiva
tak berwujud mempunyai karakteristik penting, yaitu : (Jusup Al. Haryono : 2009)
2
1. Kurang
memiliki eksistensi fisik, tidak seperti aktiva berwujud seperti property,
pabrik, dan peralatan, aktiva tak berwujud memperoleh nilai dari hak dan
keistimewaan atau privilege yang diberikan pada perusahaan yang menggunakannya.
2. Bukan
merupakan instrumen keuangan, aktiva seperti deposito bank, piutang usaha, dan
investasi jangka panjang dalam obligasi serta saham tidak memiliki substansi
fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai aktiva tak berwujud. Aktiva ini
merupakan instrument keuangan dan menghasilkan nilainya dari hak untuk menerima
kas atau ekuivalen kas di masa depan.
3. Bersifat
jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi, Aktiva tak berwujud menyediakan
jasa selama periode bertahun tahun. Investasi dalam aktiva ini biasanya
dibebankan pada periode masa mendatang melalui beban amortisasi periodik.
Perbedaan
antara akuntansi aktiva tak berwujud bila dibandingkan dengan akuntansi aktiva
tetap. Aktiva tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat
diidentifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk
digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan
kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif (IAI, 2002 : 19.5)3
.
Menurut Soemarso S.R (2005 : 20)4
menyatakan
bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang masa manfaatnya lebih dari satu
tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali
dalam kegiatan normal perusahaan serta nilainya cukup besar. Pertama, istilah
yang digunakan untuk menghapus aktiva tak berwujud adalah amortisasi (bukan
depresiasi). Untuk mencatat amortisasi aktiva tak berwujud maka rekening biaya
amortosasi didebet dan rekening aktiva tak bewrujud yang bersangkutan dikredit.
Alternatif lain, bisa juga dikredit rekening akumulasi amortisasi, seperti
halnya akumulasi depresiasi pada aktiva tetap. Namun sebagian besar perusahaan
memilih cara yang sederhana, yaitu dengan langsung mengkredit rekening aktiva
tak bewrujud. Perbedaan kedua ialah bahwa periode amortisasi suatu aktiva tak
berwujud tidak boleh melebihi 40 tahun.
Contoh
Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intangible Asset) :
1. Hak
Sewa (Lease Hold)
Hak yang diperoleh atas suatu sewa
aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya
menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris).
2. Hak Patent
Hak yang diperoleh atas suatu penemuan
tertentu. Dimana atas penemuan tersebut, penemu akan memperoleh manfaat
tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang.
3. Hak Penggandaan (Copyright)
Hak yang berikan atas suatu penulisan,
baik itu berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lirik lagu, notasi
lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright meliputi hak
untuk memperbanyak dan mengedarkannya.
4.
Franchise
Hak yang diperoleh untuk melakukan suatu
usaha tertentu, atau memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara
pengelolaan, penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya
dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise.
RECEIPT
How to make fried rice
INGREDIENTS :
- · 4 cups cooked rice
- · 2 thinly sliced medium onion
- · 1 clove garlic, crushed
- · 2 medium eggs
- · 1 tsp shrimp paste or chicken (optional)
- · 1 tsp chili powder
- · 1 Tbsp light soy sauce
- · 3 Tbsps oil
- · Salt to taste
- · Cucumber, tomato and cilantro for garnishing
PREPARATION
- Cooked rice – Day old rice is ideal for fried rice as it is drier, which prevents it from sticking to the bottom of the saucepan or the wok. The rice cannot be cooked with too much water which makes it too gooey. It needs to be cooked al-dente, with a small degree of plus and minus in the texture for personal preferences.
2. Chili paste – Use only pure chili powder. Add 1 tsp of water and mix together. Let it stand for about half an hour. li]Heat up 1 Tbsp of oil on low heat in a wok. Add the shrimp paste, and cook until it is brown and fragrant.
3. Add another Tbsp of oil and add the garlic and onions. Fry until golden brown, and the fragrance of the garlic and onions are released.
4. Add the chili paste followed by the rice.
5. Fry on high heat. Fry until all the ingredients are evenly distributed. Stir constantly so that none of the ingredients stick to the wok.
6. Add the soy sauce and stir until the soy sauce is evenly distributed.
7. Add 2 Tbsp of water if you feel the rice is too grainy and hard. The rice should be nice and fluffy. Separately, using a tablespoon of oil in a frying pan, fry the eggs sunny side up.
8. Serve the rice with a few slices of cucumbers and tomatoes. Garnish with some cilantro, and an egg for each serving.
Sunday, March 8, 2015
TOEFL
Test
of English as a Foreign Language or TOEFL /ˈtoʊfəl/ toh-fəl, is a standardized
test of English language proficiency for non-native English language speakers
wishing to enroll in U.S. universities. TOEFL is a trademark of ETS
(Educational Testing Service), a private non-profit organization, which designs
and administers the tests. The scores are valid for two years; then they are no
longer reported.
History
In
1962, a national council made up of representatives of thirty government and
private organizations was formed to address the problem of ensuring English
language proficiency for non-native speakers wishing to study at U.S.
universities. This council recommended the development and administration of
the TOEFL exam for the 1963-1964 time frame. The test was originally developed
at the Center for Applied Linguistics under the direction of Stanford
University applied linguistics professor Dr. Charles A. Ferguson. TOEFL test
was first administered in 1964 by the Modern Language Association financed by
grants from the Ford Foundation and Danforth Foundation.
In
1965, The College Board and ETS jointly assumed responsibility for the
continuation of the TOEFL testing program.
In
1973, a cooperative arrangement was made between ETS, The College Board, and
the Graduate Record Examinations board of advisers to oversee and run the
program. ETS was to administer the exam with the guidance of the TOEFL board.
Computer-based test
The
Computer-Based TOEFL Test In July 1998, ETS introduced the computer-based
version of the TOEFL test (TOEFL cBT) in many areas of the world. This move was
the fi rst critical step toward a long-term goal of enhancing assessments by
using electronic technology to test more complex skills. A primary goal of the
TOEFL program is to provide more extensive information than it has in the past about
candidates’ English proficiency. In response to institutions’ requests to include
a productive measure of writing, the program added :
1. Reading
The
Reading section consists of questions on 4–6 passages, each approximately 700
words in length. The passages are on academic topics; they are the kind of
material that might be found in an undergraduate university textbook. Passages
require understanding of rhetorical functions such as cause-effect, compare-contrast
and argumentation. Students answer questions about main ideas, details,
inferences, essential information, sentence insertion, vocabulary, rhetorical
purpose and overall ideas. New types of questions in the TOEFL iBT test require
filling out tables or completing summaries. Prior knowledge of the subject
under discussion is not necessary to come to the correct answer.
2. Listening
The
Listening section consists of questions on six passages, each 3–5 minutes in
length. These passages include two student conversations and four academic
lectures or discussions. The conversations involve a student and either a
professor or a campus service provider. The lectures are a self-contained
portion of an academic lecture, which may involve student participation and
does not assume specialized background knowledge in the subject area. Each
conversation and lecture passage is heard only once. Test-takers may take notes
while they listen and they may refer to their notes when they answer the
questions. Each conversation is associated with five questions and each lecture
with six. The questions are meant to measure the ability to understand main
ideas, important details, implications, relationships between ideas,
organization of information, speaker purpose and speaker attitude.
3. Speaking
The
Speaking section consists of six tasks: two independent and four integrated. In
the two independent tasks, test-takers answer opinion questions on familiar
topics. They are evaluated on their ability to speak spontaneously and convey
their ideas clearly and coherently. In two of the integrated tasks, test-takers
read a short passage, listen to an academic course lecture or a conversation
about campus life and answer a question by combining appropriate information
from the text and the talk. In the two remaining integrated tasks, test-takers
listen to an academic course lecture or a conversation about campus life and
then respond to a question about what they heard. In the integrated tasks,
test-takers are evaluated on their ability to appropriately synthesize and
effectively convey information from the reading and listening material.
Test-takers may take notes as they read and listen and may use their notes to
help prepare their responses. Test-takers are given a short preparation time
before they have to begin speaking. The responses are digitally recorded, sent
to ETS’s Online Scoring Network (OSN), and evaluated by three to six raters.
4. Writing
The
Writing section measures a test taker's ability to write in an academic setting
and consists of two tasks: one integrated and one independent. In the
integrated task, test-takers read a passage on an academic topic and then
listen to a speaker discuss it. The test-taker then writes a summary about the
important points in the listening passage and explains how these relate to the
key points of the reading passage. In the independent task, the test-taker must
write an essay that states their opinion or choice, and then explain it, rather
than simply listing personal preferences or choices. Responses are sent to the
ETS OSN and evaluated by at least 3 different raters.

Paper-based Test
The
paper-based version of the TOEFL test (TOEFL pBT) continues to be administered on
specifi ed dates in some countries, particularly in areas where accessibility
to the Internet-based test (e.g.,TOEFL iBT) is a concern. Each form of TOEFL
pBT consists of three separately timed sections; the questions in each section
are multiplechoice, with four possible answers or options per question. All
responses are gridded on answer sheets that are scored by computer.
1.
Listening Comprehension
The listening comprehension measures the
ability to understand English as it is spoken in North America. The oral
features of the language are stressed, and the problems tested include vocabulary
and idiomatic expression as well as special grammatical constructions
frequently used in spoken English. The stimulus material and oral questions are
recorded in standard North American English; the response options are printed
in the test books.
2.
Structure and Written Expression
The
structure and written expression measures recognition of selected structural
and grammatical points in standard written English. The language tested is
formal, rather than conversational. The topics of the sentences are of a
general academic nature so that individuals in specifi c fi elds of study or
from specifi c national or linguistic groups have no particular advantage.
3.
Reading Comprehension
Reading
Comprehension measures the ability to read and understand short passages that
are similar in topic and style to those that students are likely to encounter
in North American colleges and universities. Examinees read a variety of short
passages on academic subjects and answer several questions about each passage.
The questions test information that is stated in or implied by the passage, as
well as knowledge of some of the specifi c words as they are used in the
passage.
Subscribe to:
Posts (Atom)
